Konversi Shapefile ke Grid - ArcView Tutorial
Konversi Shapefile ke Grid

Pada beberapa analisis spasial, kita hanya dapat melakukan analisis apabila theme dalam format grid. Untuk itu apabila theme yang kita miliki dalam bentuk shapefile, kita harus mengkonversi ke dalam bentuk grid melalui prosedur berikut.

1. Buka theme shapefile yang akan dikonversi dan aktifkan theme tersebut.

2. Pilih submenu Convert to Grid dari menu Theme. Kotak dialog berikut akan muncul.

Gambar 9.3. Kotak dialog Convert Shapefile.

3. Tentukan nama dan direktori dimana hasil konversi (theme grid) akan disimpan. Klik OK, kotak dialog berikut akan tampil.

Gambar 9.4. Kotak dialog Conversion Extent.

Beberapa isian yang perlu dilengkapi adalah :

- Output Grid Extent artinya seberapa besar theme grid akan dibuat. Ada beberapa pilihan, diantaranya Same as View berarti sebesar View, Same as Display sesuai dengan tampilan dilayar, dan Same as sebesar theme lain yang ada pada View tersebut. Nilai defaultnya adalah Same as Display. Bila anda akan mengkonversi satu theme, sebaiknya tampilkan seluruh theme dengan toolbar Zoom to Active Theme (), kemudian pilih Same as Display.

- Output Grid Cell Size menunjukkan ukuran sel (resolusi spasial). Semakin kecil nilai yang digunakan semakin detail informasi yang dapat disimpan, dan semakin besar ukuran file hasil konversinya, dan sebalikknya. Number of Rows dan Number of Columns akan menyesuaikan dengan ukuran sel yang digunakan. Isikan nilai pada Output Grid Cell Size kemudian tekan , nilai jumlah baris dan kolom akan diisi secara automatis. Sebalikknya, apabila anda menentukan jumlah baris atau jumlah kolom, ukuran sel akan menyesuaikan. Satuan ukuran sel adalah sesuai dengan nilai Distance Units yang diisi pada View Properties. Apabila nilai Distance Units tidak ditentukan (Unknow), ArcView akan menggunakan nilai Map Units.

Apabila pada saat kita melakukan konversi shapefile ke grid sudah ada theme grid pada view tersesbut, maka kotak dialog Conversion Extent akan menambah 1 pilihan lagi, yaitu Output Grid Cell Size. Pada daftar tersebut ada 2 pilihan, yaitu kita dapat menentukan ukuran sel sesuai dengan keinginan kita (As Spesified Velow) dengan mengisi Cell Size sama dengan Output Grid Cell Size pada kotak dialog sebelumnya, atau menggunakan ukuran sel pada salah satu theme grid pada view tersebut. Perhatikan kotak dialog berikut.

Gambar 9.5. Bentuk kotak dialog Conversion Extent bila sudah ada theme grid pada view.

4. Klik OK bila isian kotak dialog telah dilengkapi. Selanjutnya akan muncul pilihan field yang akan digunakan.

Gambar 9.6. Kotak dialog Conversion Field.

Pilih Field yang mana akan digunakan sebagai nilai sel pada grid theme. ArcView hanya menampilkan field bertipe numberik saja.

5. Klik OK. Apabila field tersebut adalah integer, ArcView akan menanyakan kepada kita, apakah nilai atribut dari tabel shapefile yang dikonversi juga akan disertakan (link) dalam tabel theme grid.

Gambar 9.7. Konfirmasi Attribute Join .

Apabila anda memilih Yes, data atribut shapefile akan disertakan. bila No tabel theme grid hanya akan berisikan nilai sel (field yang dipilih pada kotak dialog Conversion Field) dan jumlah sel yang mempunyai nilai tersebut. Perhatikan perbedaan 2 tabel theme grid yang dibuat pada pilihan Yes dan No pada konfirmasi di atas.

a b

Gambar 9.8. Tabel yang dihasilkan, (a) Dengan Join (Yes) dan (b) Tanpa join (No).

Perbandingan tampilan theme shapefile (data asli) dan theme grid (hasil konversi), disajikan pada gambar di bawah ini.

a b

Gambar 9.9. Theme shapefile (a) dan theme grid (b).