Agregasi Data - Mapinfo Professional Tutorial
Agregasi Data

Salah satu kemampuan MI Pro dalam manajemen data spasial adalah analisis geografi. Analisis geografis merupakan suatu proses pengolahan dan manipulasi data grafis untuk menghasilkan suatu informasi baru. Beberapa analisis geografis yang akan dibahas dalam sesi ini adalah menggabungkan objek (combine), membagi objek (split), menghapus objek (erase), membuat daerah penyangga (buffer), membagi wilayah berdasarkan titik (voronoi), dll. Namun sebelumnya kita akan membahas metode penyatuan dan pemisahan data terlebih dahulu.

Mengingat data grafis selalu terkait dengan data tabular, penggabungan dan pembagian objek pada data grafis juga akan melibatkan penyatuan (agregasi) dan pemisahan disagregasi) data tabular.

Misalkan ada tiga objek grafis digabungkan menjadi satu, berarti ada tiga record data tabular yang mesti disatukan. Penyatuan beberapa record data dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

-         Menjumlahkan (sum) nilai record-record yang digabungkan ke dalam record baru. Perlu dicatat bahwa dalam penyatuan data, MI Pro akan menghapus data semula (original) kemudian menambahkan satu record data hasil penyatuan. Misalnya ada 3 record data dengan nilai 100, 50, dan 75, maka MI akan membuat satu record baru hasil penjumlahan yaitu nilai 255, sementara record dengan nilai 100, 50, dan 75 dihapus. Perhatikan contoh di bawah ini.

Gambar 12.1. Contoh penyatuan data dengan menjumlahkan.

-         Merata-ratakan (average) nilai record yang digabungkan.

Gambar 12.2. Contoh penyatuan data dengan merata-ratakan.

-         Merata-ratakan secara tertimbang (wieghted average) nilai record yang disatukan. Dalam kasus ini diperlukan satu kolom atau field lagi sebagai penimbang.

Gambar 12.3. Contoh penyatuan data dengan rata-rata tertimbang, luas sebagai kolom penombang.

-         Menyimpan nilai (value) tertentu pada record hasil penyatuan.

Gambar 12.4. Contoh penyatuan data dengan menyimpan nilai tertentu, dalam hal ini 3000.

-         Tidak ada perubahan nilai (no change) pada record hasil penyatuan. Nilai yang digunakan adalah nilai pada objek target.

Gambar 12.5. Contoh penyatuan data dengan menggunakan nilai target, dalam hal ini nilai target 100.